Kamis, 14 November 2013

Jumat, 25 Oktober 2013

Ompoy

Saya tidak pernah punya yang namanya boneka. Karena saya tidak tahu fungsinya apa selain menjadi pengganjal kepala untuk tidur. Toh, fungsi itu juga sudah di ambil alih oleh bantal. Sampai suatu ketika, ada kiriman sebuah boneka minion mata satu ke kantor saya di Bulan Juli. Setelah berdiskusi cukup lama dengan sang pemberi, saya memutuskan memberi nama dia Ompoy bin Opoy. Maka, jadilah Ompoy boneka pertama yang saya miliki.

Kalau sedang sedih dan gemes, saya suka nguwel-nguwel Ompoy di kosan. Tugas utamanya tentu saja tetap sebagai guling dan penggganjal wajah saat tidur. Di awal proses tidur, dia selalu ada disamping saya. Namun saat saya bangun, dia ada entah dimana. Oleh karena itu, tentu saja yang pertama kali saya lakukan setelah bangun tidur adalah mencari Ompoy ada dimana, entah di kolong tempat tidur, pojok kosan, dan dimanapun. Entah apa yang saya lakukan padanya saat tidur. Poor you, Ompoy.

Saat ini akhirnya saya bisa merasakan bagaimana rasanya punya boneka yang harus dirawat hehehe. Dan sekarang saya sedang berpikir keras untuk mengantarkan ompoy ke laundry atau memandikan saja sendiri :)

Kamis, 24 Oktober 2013

Setengah Dien

Sekitar bulan Mei, saya sibuk kesana kemari untuk mencari rumah yang akan saya huni. Pergi dari satu perumahan ke perumahan lain, dari ujung satu ke ujung lain, dari daerah satu kedaerah lain. Mencari kelemahan dan keuntungan antara yang satu dengan yang lain. Memang perlu usaha ekstra karena saya tidak boleh salah memilih. Berbulan-bulan hal tersebut saya lakukan, sendiri. lelah, sudah pasti. Sampai pada suatu titik saya harus memilih dan itu rasanya sulit sekali. Waktu yang mengekang diri ini selama 10 tahun taruhannya. Sungguh sulit dan lelah sekali.

Sedari dulu, saya tidak pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya jika setengah dien ini sudah penuh.

Namun Pada suatu titik itu, ketika saya harus memilih dan berdiri didepan sebuah rumah kecil...

Akhirnya saya bisa membayangkan jika setengah dien ini sudah penuh akan seperti apa. Sulit dan lelah akan sedikit berkurang, karena semua diputuskan berdua.

Selasa, 22 Oktober 2013

Ganteng

Saya bekerja diantara 80 Bapak-bapak yang hampir semuanya brengsek. Dari yang genit biasa, selingkuh sana sini, punya istri lebih dari 1, dan apapun lah yang bisa dikategorikan tidak baik. Bahkan yang punya istri lebih dari 1 sudah tidak bisa dihitung dengan jari saya. Padahal ya, 99% dari mereka mukanya pas-pasan yang merujuk ke tidak ganteng.

Ironisnya,

Ada 1 orang yang paling ganteng di kantor (mungkin satu-satunya yang ganteng), seorang bapak muda, justru merupakan orang yang paling tidak macam-macam. Bahkan sudah tidak diragukan lagi identitas Family Man- nya dia. Telat 5 menit pulang saja membuat dia merasa bersalah kepada anaknya. Bahkan ia pernah menolak kerja di Qatar dengan gaji 40 Juta/bulan, karena alasan istrinya tidak mau. “Buat apa saya kerja jauh-jauh, gaji gede, kalau istri saya tidak senang, padahal kan gajinya juga buat dia dan anak-anak” itu perkataanya pada saya waktu itu.

Padahal jika dia mau, puluhan wanita juga bisa takluk dengan orang yang ganteng dan pintar seperti dia. Namun hebatnya, dia tidak memilih pilihan itu.

Entah mengapa sedari dulu, saya tidak percaya dengan orang yang ganteng. Kalau saya lagi kesengsem sama orang yang ganteng, biasanya malah sibuk denial dan mikirnya. Sibuk memikirkan tingkat pemanfaatan kegantengannya untuk hal yang saya anggap tidak baik. Intinya gak percaya aja. Makanya, dari dulu saya sukanya kesengsem sama orang yang manis, bukan yang ganteng.

Namun, bapak muda ini mengejawantahkan kepercayaan saya tersebut. Beruntung sekali ya istrinya.

Tuh kan ci, you still a kindergarden student who judge the book by it’s cover.

1 Tulisan 1 Hari

Terinspirasi dari beberapa penulis blog yang sepertinya asik melakukan berbagai tantangan demi konsistensi menulis, maka saya pun akan mencoba melakukannya. Selama satu bulan kedepan, per tanggal 23/10/2013, saya berambisi untuk menulis 1 tulisan perhari di Blog ini. Apapun yang bisa ditulis. Apapun yang ingin diceritakan. Tujuannya hanya dua, belajar untuk konsisten dan belajar untuk pergi kekantor lebih awal.

Rasanya ingin menggenapkan saja dan memulainya pada Bulan November, sehingga bisa membuat Tulisan dengan label #Tantangan November #Novemberbisa atau apapunlah. Namun rasanya diri ini tidak sabar menunggu dan tidak yakin jika semangat yang membara ini masih ada pada awal Bulan November nanti. Maka dari itu, saya putuskan untuk memulainya besok.

Semoga berhasil Suci Ayunda.